|
Sejarah Ringkas
Indonesian
Society for Middle East Studies
(ISMES) adalah sebuah
organisasi independen non-profit yang berkonsentrasi pada kajian
fenomena dan kebijakan isu internasional khususnya Timur Tengah yang didirikan pada hari Jum'at tanggal 17 Januari 1997 bertepatan dengan tanggal 8 Ramadhan 1417 Hijriyah.
Bermula dari sebuah tim yang selama beberapa tahun mengadakan
penelitian tentang berbagai masalah kawasan Timur Tengah. Tim ini
berasal dari dua instansi yang berbeda, tiga orang dari FISIP
Universitas Indonesia yaitu A. Rahman Zainuddin, Zainuddin Djafar dan Amris Hassan
dan tiga orang lainnya dari Puslitbang dan Politik Kewilayahan
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPW-LIPI) yaitu Dhurorudin
Mashad, M. Hamdan Basyar, dan Riza Sihbudi. Selanjutnya, untuk
mewadahi tim tersebut dan juga untuk menampung para peneliti dan
peminat terhadap Timur Tengah maka dibentuklah Centre for Middle
East Studies (CMES) pada tahun 1994. Selama kurang lebih dua
tahun perjalanannya, CMES telah melakukan beberapa aktifitas.
Diantaranya, menerbitkan buku ”Profil Negara-Negara Timur Tengah”,
”Pembangunan, Demokratisasi dan Kebangkitan Islam di Timur Tengah”,
kemudian membuat newsletter yang dikirimkan ke negara-negara Timur
Tengah sebagai media publikasi CMES. CMES juga sempat berkunjung ke
Yordania (kemudian bekerjasama dengan Arab Thought Forum),
Mesir dan Turki.
Dengan pertimbangan ingin memberi informasi kepada masyarakat
diikuti dengan semangat profesionalisme untuk senantiasa
berpandangan jauh ke depan, CMES – pada tahun 1997 – diubah menjadi
Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES). Perubahan ini terjadi saat acara buka puasa bersama di restoran Sari Kuring Melawai yang juga dihadiri oleh Satrio Arismunandar, Luthfi Zuhdi dan Kusnanto Anggoro (CSIS). Setelah itu, langkah awal yang dilakukan adalah mengajak praktisi wartawan
untuk ikut bergabung di dalam ISMES, yakni Smith Alhadar, Satrio
Arismunandar, Zaim Ukhrawi, dan Taufiqul Hadi. Selanjutnya dibentuk
cabang ISMES di Bandung dan Yogyakarta.
Adalah informasi di
media massa tentang Timur Tengah yang lebih cenderung bersumber dari
pemikiran barat, maka ISMES berupaya untuk mencari informasi
langsung dari wilayah Timur Tengah sehingga dapat terbangun
keseimbangan informasi tentang Timur Tengah bagi masyarakat luas.
Saat ini, ISMES telah
menjadi organisasi yang terstruktur dan beranggotakan lebih dari 30
orang yang berasal dari berbagai universitas dan institusi lainnya.
Visi dan Misi
Visi
Menyediakan wadah bagi peneliti dan peminat Timur Tengah untuk
melakukan kajian dan tulisan guna memberikan informasi yang objektif
dan seimbang kepada masyarakat.
Misi
- Memelihara dan
meningkatkan dukungan pemerintah terhadap lembaga kajian yang
meneliti Timur Tengah;
- Meningkatkan peran
ISMES dalam menarik minat mahasiswa dan peneliti terhadap studi
Timur Tengah dan Islam, membangun kemitraan strategis baru serta
hubungan antar sesama lembaga kajian;
- Memperkuat
hubungan dan kerjasama bilateral, regional dan internasional serta
meningkatkan prakarsa dan kontribusi ISMES dalam penyampaian
informasi tentang Timur Tengah;
- Meningkatkan minat
para peneliti Timur Tengah untuk tetap memberikan informasi yang
seimbang dan objektif kepada masyarakat Indonesia melalui media
cetak maupun elektronik.
- Melanjutkan benah
diri untuk peningkatan kapasitas kelembagaan, budaya kerja dan
profesionalisme peneliti.
Jangkauan
penelitian
ISMES lebih menekankan pada penelitian dalam bidang ekonomi dan
politik Timur Tengah. Penelitian yang telah dilakukan masih
berdasarkan informasi yang diterima dan didapat di Indonesia saja
tanpa mengunjungi daerah/objek penelitian. Namun, tidak menutup
kemungkinan ke depan ISMES dapat melakukan kajian langsung ke
wilayah Timur Tengah.
Pendidikan Publik
ISMES mengadakan diskusi dan seminar secara berkala sebagai upaya
memberikan pendidikan kepada masyarakat. Disamping itu melalui
website
www.ismes.net,
ISMES akan memberikan fasilitas berupa data buku-buku yang
berhubungan dengan Timur Tengah.
Publikasi
ISMES aktif memberikan informasi melalui tulisan atau artikel yang
dimuat diberbagai media massa nasional dan internasional serta
www.ismes.net.
ISMES juga aktif mengumpulkan berita yang berkaitan dengan Timur
Tengah dari media cetak maupun elektronik.
Pendanaan
Sementara ini, pendanaan ISMES masih dari iuran anggota. Dan kami
menerima donasi yang tidak mengikat dari berbagi pihak.
Pandangan Internasional
Sampai saat ini, ISMES telah diakui secara nasional dan
internasional. ISMES melalui pengurus dan anggotanya telah banyak
membuat tulisan dan memberikan informasi kepada masyarakat luas
tentang Timur Tengah.
|